Selasa, 26 Maret 2013

Selembar Daun Maple dan sebatang Lilin


                                                                                                              Oleh : Lisa Tjut Ali

                

Hidup itu kalau tidak di pilih maka kita memilih, kadang dalam kehidupan tak selamanya apa yang kita ingin kan tercapai. namun itulah yang dinamakan takdir dan cobaan. Setiap apa yang Allah ciptakan di dunia ini merupakan sebuah pengajaran dan hikmah bagi yang mau berpikir rasional. Tak ada satu pun karunia-Nya yang tak ada manfaat, bahkan nyamuk yang selama ini kita pikir sebagai makluh yang berdampak kerugian pun ada hikmah keberadaannya.

Kadang kala kita berpikir nyamuk itu hanya menimbulkan musibah selain menyebabkan malaria juga tak ada manfaat, padahal dari nyamuk inilah Allah mempunyai tujuan tertentu untuk kita. Sebenarnya justru dengan adanya nyamuklah kita jadi teraspirasi untuk membersihkan setiap ruang. Bayangkan kalau tak ada nyamuk, pasti kita akan membiarkan sampah-sampah menumpuk tanpa terjamak.

Air mata dan Tawa adalah lukisan hidup. Namun senyuman di setiap cobaan merupakan penguat langkah
Kita harus yakin kalau kita mampu
Kita harus yakin bahwa semua pasti indah pada akhirnya.

Insan yang hidup di semesta kadang seperti " Lilin "
bagaimana hidup seperti Lilin?
Bahagiakan hidup seperti Lilin?

 
Lilin itu hidupnya untuk menerangi kegelapan, meski dia sendiri harus habis oleh panasnya api. Walau lilin tersakiti akhirnya ia akan tersenyum indah karena dengan cahaya kecilnya mampu menerangi seluruh ruang yang kelam. Begitu juga dengan insan berhati lilin, ia hidup untuk memberi senyuman bagi setiap insan yang dia jumpai walau ia sendiri kadang menangis darah  dalam hati, namun ia tetap bahagia, ketika ia pergi jutaan insan akan hidup dengan sisa-sisa senyum, nasehat dan ceritanya, yang pernah hidup dan akhirnya pergi tanpa cahaya yang tersisa........................lilin gelap untuk dirinya sendiri namun ia memberi kecerahan, keceriaan untuk semesta…………….



Sebatang lilin yang jadi imajinasi tulisan ini


Apakah kita seperti lilin?
Apa kita mampu dan mau seperti lilin?

Insan yang menapaki semesta kadang kala seperti " Daun Maple "

Daun Maple merelakan dirinyan dari hijau, menjadi kuning kemerahan hingga akhirnya gugur untuk menyongsong hadirnya salju
tapi sayang hadirnya salju hanya sesaat lalu mencair
sedangkan daun maple yang kering tetap bertahan hingga musim berganti, walau kadang terinjak dan terbuang seperti sampah di tanah, namun daun maple yang jatuh tetap bertahan untuk menyelimuti tanah dari sejuknya salju yang membeku. Daun maple bukan saja memamerkan keindahan kala tumbuh rindang di pohon tapi ia juga mewarnai semesta saat jatuh berutai di tanah. Begitu banyak insan yang kegirangan menanti gugurnya Daun maple yang indah, bahkan untaian-untaian daunnya yang gugur menjadi hiasan bagi mereka pencinta semesta. Tapi pernahkan kita berpikir kenapa Daun Maple rela mengugurkan Daunya?




Selembar Daun Maple yang jadi inspirasi tulisan ini


Daun maple yang telah gugur tetap utuh tak seperti salju yang turun lalu mencair. Ironis memang daun maple gugur untuk salju, namun salju tak mampu bertahan. Tapi tahu kah kita daun maple itu begitu kuat ia mampu bertahan hingga empat musim. walau kadang daunnya tak sempurna lagi namun ia tetap bertahan seberapa ia mampu. Kita sering berpikir daun Maple yang gugur akan lenyap di telan waktu, tapi ternyata tidak, ia tetap diam diantara pijakan kaki kokoh dan butiran-butiran salju, begitu salju mencair, musim semi kembali merekah, daun maple tetap ada dan setia menanti walau telah rapuh.
bahkan walau harus menunggu beberapa musim diantara musim semi dan panas, daun maple dan salju akhirnya menyatukan untuk memperindah semesta

begitu lah yang terjadi dalam hidup insan berhati daun maple selalu berusaha tegar dan menunggu untuk sebuah harapan, cita dan cinta. Ia tak pernah risau dengan hati-hati yang kelam yang kadang menyakiti hati, ia hanya tahu menunggu dan menunggu untuk sebuah harapan walau kadang kaki telah lemah untuk bertatih, mulut sudah kaku untuk berucap namun hati tetap yakin semua akan baik-baik saja

Apakah kita seperti daun maple?
dan apa kita mampu dan mau seperti daun maple?

Ah terlalu ironis jika kita berpikir kita lilin atau pun daun maple
Karena kita adalah insan yang menjalankan takdir
Kita jalani saja takdir seperti air yang mengalir karena pada akhirnya air itu akan tetap berhenti bermuara disuatu tempat yang disebut akhir dari penantian, penungguan dan harapan








Kamis, 07 Maret 2013

Yang Terindah untuk mu


Iseng-iseng untuk merehatkan minda setelah lelah buat proposal untuk melanjutkan studi saya mengintip-intip beberapa blog emak-emak yang ada di warung blogger dan kumpulan emak-emak Blogger.  Saat baca blognya  keluarga Qudsy miliknya Dwiyani Arta, saya melihat bunda Samara sedang mengadakan  “Give Away ultahku”,  Karena syaratnya mudah dan hadiahnya juga menarik, akhirnya saya ikutan  walau belum yakin menang, maklum saya merupakan pendatang baru di dunia Ngeblog dan  ini merupakan give Away yang pertama saya ikut. Semoga saja langkah pertama ini membawa berkah, hehehehe.

Upps narik nafas dalam-dalam untuk memulai nulis sambil mikir ultah siapa yang mau di jadikan korban “Give Away ultahku” . kalau bercerita tentang ultah, wah terlalu banyak kisah ultah yang saya alami dari sejak SD hingga kuliah selalu saja jadi korban keisengan teman-teman. Ada yang menaburi tepung yang telah di campur telur busuk dan direndam hingga beberapa hari, ga kebayang deh bau basinya. Bahkan ada juga yang ngerjain pura-pura marah ajak berantem hingga buat jantung copot. Hehehe awalnya sih mau marah, gimana ga marah lagi ultah dikerjain trus ujung-ujungnya minta traktir,  namun rasa marah saat itu segera menjadi tawa dan kenangan indah,  karena  sebuah kado spesial dan pelukan mesra datang dari teman-teman sebagai rasa perhatian untuk saya. Karena sejak kecil sudah terbiasa merayakan hari jadi maka kebiasaan ini terus terbawa-bawa hingga setelah menikah, saya selalu  merayakan hari jadi suami meski dengan cara yang sederhana. Suami saya seorang yang sangat serius, pendiam dan tidak romantik. Jangankan untuk merayakan ultah untuk mengucapkan kata selamat ultah saja masih terasa kaku dan asing. Berbeda dengan saya yang dari sononya suka dengan hal-hal yang berbau romantik dan ceria.

Saya jadi teringat, saat itu tepatnya tanggal 7 Mai 2010 pukul 12 malam lewat, saya membangunkan suami dan memintanya untuk mengunakan baju batik, awalnya suami saya bingung kenapa malam-malam di suruh pakai baju batik, namun karena terus-terusan saya minta, akhirnya suami mau mengunakan batik. Jujur saat itu saya tidak mampu menahan geli saat lihat wajah suami yang masih  bingung  bercampur  ngantuk karena di suruh pakai batik malam-malam. setelah suami pakai batik, saya tuntun suami ke sebuah kamar kosong yang sudah saya hias dengan berbagai balon. Sebuah ucapan selamat ultah dan 3 buah kado saya berikan pada suami. suami saya sangat terharu dengan rancangan ultah yang saya buat.  Suami sejak kecil memang jarang merayakan ultahnya, merayakan ultah memang tidak ada dalam kamus keluarganya. Saat itu saya sengaja merayakan ultah suami dengan pernak-pernik hiasan seperti anak-anak agar suami yang bersifat serius dapat berpikiran ceria dan terbuka. Bagi saya walau kita sudah dewasa kadang kala perlu juga melakukan hal-hal kecil seperti anak-anak agar hidup seimbang tidak stress. Memang kadang prilaku anak-anak terlihat konyol namun kadang terasa indah, jika sekali-sekali kita yang dewasa melakukan hal tersebut, bukan saja dapat mengembalikan kenangan masa kecil, namun juga dapat menghadirkan sisi romantik dan harmonis dalam keluarga sehingga hubungan keluarga tidak kaku.



Tanggal 7 Mai 2010 pukul 12.05 AM  
tepatnya tengah malam, genap sudah 30 tahun umur suami
dan saya ingin selalu menjadi orang yang pertama 

mengucapkan happy birthday untuk suami tersayang,
 semoga panjang umur dan diberkahi ALLAH SWT. Amin


cake strowberry berhiaskan coklat dan blueberry 
menjadi hadiah spesial untuk suami tersayang




Tiga kado sederhana saya hadiahkan untuknya, 
walau kami hanya berdua dirantau orang, 
jauh dari sanak saudara dan tanah air 
namun saya tetap ingin menciptakan bahagia untuknya 
meski dengan cara yang sederhana dan konyol






Selamat hari jadi untuk mu
Semoga kamu mengerti
Begini cara saya mencintai mu
Kekanak-kanakan  dan kekonyolan
Semoga Kesederhanaan ini
Dapat menjadi sejarah terindah dalam hidupmu nanti